BOJONEGORO - Banyaknya keluhan masyarakat terkait parkir berlangganan yang masih dipungut uang oleh juru parkir (jukir) ditanggapi Dinas Perhubungan (Dishub). Mulai November, Dishub bakal memonitoring terhadap juru parkir di berbagai ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat karena masih dikenai uang parkir.
''Sekarang sudah mulai dibentuk tim untuk melakukan monitoring terhadap juru parkir, termasuk juga untuk meminimalisir kemunculan jukir ilegal.''kata Solikhin, Kasubdin Sarana dan Prasarana Dishub saat ditemui Radar Bojonegoro kemarin (17/10).
Dia menyebutkan, berdasar data Dishub jumlah jukir pada 2009 ada 72 orang. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 90 orang. ''Bupati sudah menginstruksikan kepada jukir untuk tidak menarik uang bagi masyarakat yang sudah parkir berlangganan,''lanjutnya. Jika ada jukir yang masih menyalahi ketentuan tersebut, akan ditegur secara tertulis maupun pemberian sanksi.
Sementara itu, pendapatan yang diperoleh dari parkir harian sekitar Rp 54 juta dan parkir berlangganan sekitar Rp 2 miliar. Pendapatan tersebut hingga bulan September.
Untuk tahun 2010, pendapatan dari parkir harian ditargetkan meningkat menjadi Rp 75 juta, sedangkan parkir berlangganan menjadi Rp 4 miliar.(tis)
Sumber : http://www.jawapos.co.id/

komentar oleh danieldpk, November 27, 2009
[url= http://main-conspiracies.blogs...gspot.com/






saya biasanya makan didepan kampus langganan saya, setiap saya, makan selalu di minta uang parkir, saya makan 3 kali sehari terkadang lebih. tiap kali saya beli makanan selalu di minta uang parkir. terkadang saya kasih kalau lagi ada uang, tapi kalau lagi tidak ada uang tidak saya kasih, terus juru parkir marah,,,,
apakah ini tidak keterlaluan.....
juru parkir dijalan riau ujung depan kampus tabrani rab...
etika parkirnya tidak baik, jadi tolong bapak menangani atau memberikan teguran.........
bayak mahasiswa yang merasa tidak enak dengan sikapnya.......