Sepi,Subterminal Delanggu Mubazir
Rabu, 09 Desember 2009 12:34
Ditulis oleh Adm Informasi
KLATEN (SI) – Sub-Terminal Delanggu,Klaten mubazir. Sepanjang hari,subterminal ini terlihat sepi dan hanya menjadi tempat beberapa armada menunggu penumpang. Ironisnya, Pemkab Klaten belum menemukan solusi mengatasi persoalan tersebut. Padahal, seharusnya subterminal ini ramai dan menjadi pusat aktivitas perhubungan di Kecamatan Delanggu. Subterminal Delanggu pada mulanya difungsikan untuk mengatasi arus kemacetan angkutan umum di jalur Solo-Yogya, terutama pada titik di depan Pasar Delanggu. Namun dalam perkembangannya, justru terkendala banyak masalah. Jalur lingkar utara subterminal ini tidak digunakan sama sekali.
“Operasional terminal ini belum jelas. Seharusnya terminal digunakan untuk menaik turunkan penumpang. Justru kami ngoyak- oyak sopir angkutan untuk dapat beroperasi di dalam terminal,” kata Koordinator UPT Subterminal Delanggu,Ngatimin,kemarin. Pihaknya kadang harus beradu mulut dengan para sopir yang enggan memasukkan kendaraannya pada subterminal tersebut. Para awak kendaraan ini lebih suka memarkir dan menaikturunkan penumpang pada jalan di sepanjang Pasar Delanggu.“Kami harus repot dan ngotot dengan sopir angkutan agar mau masuk ke terminal daripada membikin macet jalan di depan Pasar Delanggu,”ungkapnya.
Kepala UPTD Terminal Dishub Klaten Totok Gantoro tidak menampik jika sub-Terminal Delanggu bermasalah. Totok menjelaskan, subterminal yang telah diresmikan semenjak 2003 silam terhambat dengan kondisi di lapangan. Padahal dirinya menegaskan armada angkutan umum dari arah Solo-Yogya harus berbelok melalui jalur utara untuk menghindari kemacetan rute kota di Delanggu. “SK (Surat Keputusan) Bupati sudah menegaskan bahwa jalur itu harus dilalui.Terutama bus AKAP (antarkota antarprovinsi).Namun, sopir angkutan enggan mematuhinya,” kata Totok.Alasan yang menjadi penyebab jalur lingkar tidak dilalui oleh bus AKAP dikarenakan biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih tinggi.
Selain itu, biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh Dishub untuk pengelolaan delapan subterminal dansatu terminal kota sangat minim.Dalam setahun,pihaknya hanya diberikan alokasi dana sebesar Rp20 juta untuk operasionalnya.“Jalur lingkar itu masih sepi.Dan kebanyakan sopir tidak mau lewat karena selain memerlukan waktu lama juga dianggap boros biaya,”bebernya. Kepala Dinas Perhubungan Klaten Jaka Sawaldi tidak dapat berbuat banyak ketika ditanya solusi tentang masalah tersebut.
Kendala yang dihadapi masih seputar pendanaan untuk pembenahan jalan lingkar utara dan operasional terminal.“Belum ada solusi untuk Terminal Delanggu.Apalagi pendanaan yang dibutuhkan terminal itu sangat besar. Dana APBD dimungkinkan tidak ada alokasinya,” ujarnya.
(mn.latief) -- seputar-indonesia.com

I think wow power leveling,wow power leveling