Dishub Kota Yogyakarta merencanakan merancang ulang rute keluar-masuk penumpang di Terminal Giwangan. Rute akan dibuat menyesuaikan lokasi pusat jajanan oleh-oleh dan kerajinan yang berada di lantai atas Terminal Giwangan. Perancangan ulang rute keluar masuk terminal ini dilakukan sebagai usaha untuk mengatasi persoalan sepinya kegiatan ekonomi di Terminal Giwangan.
"Saat ini rata-rata penumpang yang datang ke Terminal Giwangan sebanyak 28.549 orang dan penumpang berangkat sebanyak 28.405 orang per hari. Menurutnya, sepinya penumpang bukan disebabkan bus atau angkutan umum yang masuk ke dalam terminal Giwangan hanya sedikit, namun karena banyak bus atau angkutan umum yang tidak beroperasi lagi", ungkap Immanudin Aziz (Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPY Giwangan).
“Kami akan membuat layout keluar-masuk penumpang akan di terminal Giwangan. Bagaimana agar pengguna jasa bus/angkutan umum melewati pusat jajanan dan kerajinan,” katanya kepada wartawan di kompek Balikota Yogyakarta, Senin(20/8). “Misalnya bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), dari 4.920 unit yang terdaftar hanya sekitar 1.000 unit saja yang beroperasi. Hal yang sama juga bus AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi),” jelasnya.Salah satu pedagang jajanan oleh-oleh Yogyakarta di Terminal Giwangan Kasminah, 61, meminta kepada Pemkot untuk segera menyelesaikan proses ambil alih terminal yang berada di Jalan Lingkar Selatan Kota Yogyakarta itu. Sehingga rencana pembuatan lay out rute keluar-masuk penumpang cepat terealisasi.Selain Kasminah, yang sependapat adalah Dewi (50), pedagang jajanan oleh-oleh khas Yogyakarta. Dia menginginkan pengaturan jalur yang harus dilewati penumpang pengguna jasa terminal Giwangan harus segera dilakukan.
sumber : http://jogjanews.com






