You are here:
Sabtu, 19 Mei 2012 23:01

Dinas Perhubungan DIY

30 Persen Sopir Derita Hipertensi

IMG 0036WONOSARI -  Hasil tes urine secara acak terhadap sejumlah sopir angkutan umum di Terminal Dhaksinarga, Wonosari, hasilnya

menggembirakan. Dari 28 pengemudi yang dites, semuanya negatif alias nihil  dari konsumsi obat terlarang atau kandungan amefetamin.
Namun  dari tes itu diketahui sebanyak 30 persen sopir menderita tekanan darah tinggi (hipertensi). Bahkan, ada sopir yang tensi darahnya mencapai 250/120 yang sudah memasuki kritis.
Dwi Hartati, dokter dari Palang Merah Remaja (PMR) Gunungkidul mengatakan  pemeriksaan urine menggunaan test pack. Alat ini berfungsi untuk mengecek amfetamin seperti sabu-sabu dan ekstasi. Tapi penggunaan a test pack itu tak bisa  mendeteksi penggunaan alkohol dan ganja.
“Ini untuk mengecek apakah sopir menggunakan narkoba atau tidak,” ujarnya kemarin (17/2).
Dijelaskannya, sopir angkutan yang diperiksa rata-rata menderita hipertensi . Kondisi ini membahayakan keselamatan sopir karena bisa terserang penyakit stroke. “Kalau sudah seperti ini membahayakan bagi sopir, bahkan penumpangnya,” imbuhnya.
Dia menyarankan agar sopir selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengetahui secara dini kemungkinan penyakit yang diderita.  
Fuad, 45, salah seorang sopir angkutan kota  mengakui selama ini jarang melakukan tes kesehatan. Dia hanya meyakini jika badan terasa segar berarti terbebas dari segala macam penyakit.  “Beda, kalau badan sudah terlihat lemah dan letih, saya langsung ke dokter,” kata dia.
Wakapolres Gunungkidul Kompol Syaifull Anwar menjelaskan tes urine   sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. “Kita lihat kondisi geografis Gunungkidul yang rawan membutuhkan sopir yang sehat,” terangnya.
Dia mengakui larangan sopir yang terganggu kesehatannya, seperti darah tinggi untuk mengemudi memang belum ada. Meski demikian, rekomendasi tersebut akan diberikan langsung kepasa perusahaan otobus agar keselamatan penumpang terjamin.
“Kalau melarang secara langsung memang tidak,” ungkapnya.
Ia menambahkan dalam catatan kepolisian, angka kecelakaan dari   2011 hingga Januari 2012, ada 63 orang yang tewas.(gun/kus)

Share this post

Share on Myspace
 

Banner



jogja_prov
Angkkutan Lebaran, Natal dan Tahu Baru 2011
Sarpras
rute-trans-jogja
rambu-rambu
polantas_dalam_angka
cctv
jogjait